
Masjid Nurul Iman, Kekurangan Donatur
Jika dulu di Masjid Nurul Iman mampu memberikan takjil untuk 100 jamaah, Ramadhan kali ini tidak lagi. Pasalnya, saat ini masjid kekurangan donatur tetap yang biasanya memberikan sumbangannya untuk ber-takjil alias berbuka pada bulan Ramadhan. Hal ini berlangsung sejak pemugaran masjid ini selesai, tahun lalu.
Ketua Bidang Sekretariat Masjid Nurul Iman, Zainal MS mengatakan keadaan keungan masjid tidak memungkinkan untuk memberikan takjil untuk jamaah yang kebetulan shalat Maghrib di masjid tersebut. Hal ini terjadi karena setelah pemugaran masjid setahun lalu, donatur tetapnya tidak terhimpun dengan baik. “Akibatnya, sumbangan mereka baik infak, wakaf atau sedekah belum terhimpun maksimal. Lagipula kalaupun ada, lebih baik disalurkan untuk pembenahan masjid yang masih mengalami kekurangan di beberapa sudutnya,” jelas Zainal pada Padang Ekspres, Jumat (5/9).
Padahal, sebelumnya masjid ini pernah memberikan takjil pada sekitar 120 jamaahnya. Rata-rata tiap waktu berbuka puasa disediakan takjil untuk 100-an jamaah. Namun demikian, ia dan pengurus masjid tidak merasa kecil hati. Sebab, selain jamaah mereka tetap banyak, pengurus masih mampu mengumpulkan infak dan sadaqah untuk anak yatim.
Untuk masjid sendiri, setiap bulannya dibutuhkan dana sekitar Rp10 juta untuk operasional listrik, air dan biaya petugas kebersihan. Dalam pembangunannya masjid ini mendapat bantuan dari pemerintah. Setelah itu, baik untuk operasional, honor guru, atau biaya lainnya adalah hasil himpunan dana yang dipungut pengurus. “Tak ada takjilan di sini tidak apa-apa. Tidak wajib kok. Yang penting masjid ini masih berdiri dan mampu memberikan sesuatu untuk kemaslahatan umat,” ulas Zainal.