Potensi Pakan dari Limbah Sawit

Harapan di Tengah Cekaman Kapitalisme Pertanian

Satu dasawarsa terakhir, limbah sawit dan beberapa hasil ikutan pertanian lainnya, banyak diteliti sebagai alternatif pakan ternak. Hasilnya, pakan dengan bahan itu, menunjukkan produksi ternak cukup baik atau malah lebih baik dibanding pakan komersil yang dijual perusahaan. Sayang, teknologi pengolahan pakan ini masih gagu untuk diterapkan petani peternak konvensional.

Padahal, kebutuhan pakan dalam usaha peternakan memakan biaya produksi hingga 70 persen. Baca lebih lanjut

Dua Saudara Penderita Kanker Kulit Butuh Biaya

Tak Kunjung Membaik, Merujuk Diri ke RS Dharmais

Bayangkan bagaimana hidup tanpa matahari. Sebagai sumber kehidupan di muka bumi, hidup tanpa paparan cahayanya tentu seperti terpenjara di sel isolasi. Namun, itulah yang harus di jalani dua bersaudara Aldo Ichwan, 15 dan adiknya Alvin Rahmadani, 13, warga Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh Kota Padang. Baca lebih lanjut

Pertanian Harus Sejalan dengan Konservasi

Pertanian yang tidak terkendali akan merusak lingkungan. Untuk itu, pembukaan lahan pertanian baru harus memperhatikan atau mengindahkan kaidah konservasi agar tidak menjadi bencana di kemudian hari. Sebab, tidak saja lahan bukaan, pembukaan lahan baru usaha pertanian yang tidak terkendali akan merusak lingkungan secara keseluruhan.

Panen Perdana

Panen Perdana

Hal itu disampaikan Dirjen Pengelolaan Lahan dan Air (PLA) Departemen Pertaniann RI Hilman Manan usai panen perdana sawah baru di Kampung Kumpulan Banang, nagari Aia Haji Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (1/4). Ia mencontohkan musibah yang terjadi di kabupaten Tanah Datar adalah salah satu contohnya. Banjir bandang tersebut terjadi akibat sedimentasi di daerah hulu atau ketinggian yang longsor karena tidak kuat lagi menahan air di kala curah hujan tinggi. Baca lebih lanjut

Pesan untuk Calon Pak/Buk Haji

Ibadah haji merupakan puncak peribadatan seorang muslim sebagai penunaian rukun Islam yang ke lima. Jangan dibalik, setelah ibadah haji ibadah lain atau amalan tidak penting lagi. Jika demikian, berarti hidup telah usai. Jika dianalogikan haji laksana pagar bagi sebuah bangunan, dimana berfungsi untuk menjaga dan memperindah bangunan tersebut. Namanya juga pagar, boleh jadi harus dibuat, jika mampu, namun jika tidak, ya tidak apa-apa. Baca lebih lanjut

Petani Makan Beras Berkutu

Tahun ini Sumbar diprediksi akan mampu memenuhi target produksi padi sebesar 2,01 juta ton gabah kering giling (GKG). Peningkatan tersebut didukung oleh luas panen dan produktivitas padi. Diperkirakan, tahun ini luas panen di Sumbar meningkat sebesar 2,94 persen dibandingkan tahun 2007 dari 423.655 hektare menjadi 436.117 hektare.
Prediksi tersebut dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar yang mengeluarkan angka ramalan (ARAM III). Dalam angka prediksi tersebut, Sumbar diprediksi mampu meningkatkan produksi GKG-nya sebesar 71.915 ton. Atau naik sebesar 3,71 persen. Jika benar Sumbar punya padi jutaan ton, bagaimana nasib masyarakatnya yang makan sekali sehari saja sulit? Apa dengan capaian tersebut mereka sudah kenyang? Baca lebih lanjut

Tak Ada Donatur, Tak Ada Takjil-an

Masjid Nurul Iman, Kekurangan Donatur

Masjid Nurul Iman, Kekurangan Donatur

Jika dulu di Masjid Nurul Iman mampu memberikan takjil untuk 100 jamaah, Ramadhan kali ini tidak lagi. Pasalnya, saat ini masjid kekurangan donatur tetap yang biasanya memberikan sumbangannya untuk ber-takjil alias berbuka pada bulan Ramadhan. Hal ini berlangsung sejak pemugaran masjid ini selesai, tahun lalu.

Ketua Bidang Sekretariat Masjid Nurul Iman, Zainal MS mengatakan keadaan keungan masjid tidak memungkinkan untuk memberikan takjil untuk jamaah yang kebetulan shalat Maghrib di masjid tersebut. Hal ini terjadi karena setelah pemugaran masjid setahun lalu, donatur tetapnya tidak terhimpun dengan baik. “Akibatnya, sumbangan mereka baik infak, wakaf atau sedekah belum terhimpun maksimal. Lagipula kalaupun ada, lebih baik disalurkan untuk pembenahan masjid yang masih mengalami kekurangan di beberapa sudutnya,” jelas Zainal pada Padang Ekspres, Jumat (5/9).

Padahal, sebelumnya masjid ini pernah memberikan takjil pada sekitar 120 jamaahnya. Rata-rata tiap waktu berbuka puasa disediakan takjil untuk 100-an jamaah. Namun demikian, ia dan pengurus masjid tidak merasa kecil hati. Sebab, selain jamaah mereka tetap banyak, pengurus masih mampu mengumpulkan infak dan sadaqah untuk anak yatim.

Untuk masjid sendiri, setiap bulannya dibutuhkan dana sekitar Rp10 juta untuk operasional listrik, air dan biaya petugas kebersihan. Dalam pembangunannya masjid ini mendapat bantuan dari pemerintah. Setelah itu, baik untuk operasional, honor guru, atau biaya lainnya adalah hasil himpunan dana yang dipungut pengurus. “Tak ada takjilan di sini tidak apa-apa. Tidak wajib kok. Yang penting masjid ini masih berdiri dan mampu memberikan sesuatu untuk kemaslahatan umat,” ulas Zainal.

Ayo Jadi Golput…

Suara rakyat yang katanya menjadi penentu negara ini tidak akan berguna lagi. Pasalnya, sistem yang digunakan menjaring suara tersebut dalam Pemilu mendatang dan Pilpres 2010 tidak memberikan perubahan untuk rakyat. Baik UU tentang Pemilu, Partai Politik (Parpol) dan UU Susunan dan Kedudukan (Susduk) keterkaitannya dengan kepentingan elit sangat dominan. Sebaliknya, tidak untuk rakyat.

Jelasnya, UU yang seharusnya membuat sistem untuk kepentingan rakyat tidak terlaksana. Apakah itu Pemilu atau pemilihan tampuk pemimpin baik kabupaten/kota, provinsi sampai Pilpres baru berfungsi minimal terhadap realisasi dan manfaat demokrasi. Baca lebih lanjut