Petani Makan Beras Berkutu

Tahun ini Sumbar diprediksi akan mampu memenuhi target produksi padi sebesar 2,01 juta ton gabah kering giling (GKG). Peningkatan tersebut didukung oleh luas panen dan produktivitas padi. Diperkirakan, tahun ini luas panen di Sumbar meningkat sebesar 2,94 persen dibandingkan tahun 2007 dari 423.655 hektare menjadi 436.117 hektare.
Prediksi tersebut dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar yang mengeluarkan angka ramalan (ARAM III). Dalam angka prediksi tersebut, Sumbar diprediksi mampu meningkatkan produksi GKG-nya sebesar 71.915 ton. Atau naik sebesar 3,71 persen. Jika benar Sumbar punya padi jutaan ton, bagaimana nasib masyarakatnya yang makan sekali sehari saja sulit? Apa dengan capaian tersebut mereka sudah kenyang?

Benar produksi padi tinggi. Apa jalannya? Mungkin kita sudah tahu, tapi kepura-puraan kadang membuat mata buta, telinga tuli dan berat hati. Kenapa orang yang memanen padi yang kelaparan? Lalu, apa petani bisa mencapai citanya dengan produksi yang tinggi tersebut? Tentunya tidak. Tak jarang malah, petani yang menanam padi bibit unggul yang menghasilkan beras gurih, terpaksa makan beras yang harus berkutu. Pertanda apa? Berikanlah yang terbaik? Untuk melakukan yang terbaik, tentunya harus memberikan yang terbaik dulu untuk diri sendiri. Apa tidak salah kalau sudah berswasembada kala masih ada petani yang kelaparan.

One thought on “Petani Makan Beras Berkutu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s